Rangkuman Materi Iman Kepada Rasul Allah SWT

Pengertian Iman kepada Rasul 

Beriman kepada Rasul artinya percaya bahwa Allah Swt. mengutus para rasul yang membawa wahyu dari Allah Swt. Beriman kepada rasul, dibuktikan dengan membenarkan ajaran yang dibawanya, melaksanakan perintahnya serta meninggalkan segala yang dilarangnya. Jadi, beriman kepada rasul itu tidak hanya percaya, tetapi juga menjadi pengikutnya.

Rangkuman Materi Iman Kepada Rasul Allah SWT

Cara beriman kepada rasul tidak cukup hanya dengan meyakini adanya atau hafal nama-namanya saja, tetapi yang tak kalah penting adalah mengikuti, patuh, dan taat menjalankan segala perintahnya serta menjauhi larangannya.

Adapun para rasul yang diterangkan di dalam Al-Qur'an dalam berbagai ayat ada 25 orang. Nabi dan rasul yang berjumlah 25 inilah yang wajib diimani. Mereka adalah sebagai berikut. 
  1. Adam as. 
  2. Idris as.
  3. Nuh as.
  4. Hud as. 
  5. Saleh as.
  6. Ibrahim as. 
  7. Luth as.  
  8. Ismail as.
  9. Ishak as. 
  10. Yakub as. 
  11. Yusuf as.
  12. Ayub as. 
  13. Syuaib as. 
  14. Musa as.
  15. Harun as.
  16. Dzulkifli as.
  17. Daud as.
  18. Sulaiman as.
  19. Ilyas as.
  20. Ilyasa as.
  21. Yunus as.
  22. Zakaria as.
  23. Yahya as.
  24. Isa as.
  25. Muhammad Saw.

Sifat Wajib Rasul

Sifat wajib bagi rasul artinya sifat-sifat yang harus ada pada seorang rasul. Adapun sifat wajib bagi rasul ada empat, yaitu sebagai berikut. 

a. Sidik 
Sidik artinya benar atau jujur. Apa yang dikatakan oleh seorang rasul, pasti suatu kebenaran, kejujuran yang tidak mungkin disertai dengan kebohongan.

b. Amanah 
Amanah artinya terpercaya atau dapat dipercaya. Setiap pesan yang dititipkan kepada seorang rasul, pasti pesan itu disampaikan. Setiap ada informasi yang bersifat rahasia, kemudian rahasia itu diceritakan kepada rasul maka rasul akan menjaga rahasia itu.

c. Tablig 
Tablig artinya menyampaikan, yaitu menyampaikan pesan-pesan yang dibawa dari Allah Swt. untuk manusia. Apa yang dititipkan Allah Swt. kepada para rasul, pasti oleh para rasul disampaikan. Dan memang tugas utama seorang rasul ialah menyampaikan, yaitu menyampaikan ajaran Allah Swt.

d. Fatanah 
Fatanah artinya cerdas. Setiap rasul yang mengajarkan agama pasti orang yang cerdas. Beliau bertugas sebagai seorang pendidik, harus lebih pintar dari para pengikutnya. Beliau harus mampu berdialog dan memberikan alasan (argumentasi) yang dapat dipikirkan dan diterima oleh umatnya. Kecerdasan yang dimiliki oleh para rasul akan membuat dakwah mereka mudah diterima oleh orang-orang yang diajaknya.

Sifat Mustahil bagi Rasul

Sifat mustahil bagi rasul artinya sifat-sifat yang tidak mungkin terdapat pada diri para rasul. Sifat ini merupakan lawan dari sifat wajib. Sifat-sifat tersebut ialah sebagai berikut. 

a. Kizib 
Kizib artinya dusta atau bohong. Mustahil rasul itu memiliki sifat dan kebiasaan dusta, baik dalam ucapan maupun perbuatannya. Apapun yang dikatakan oleh seorang rasul, itu pasti benar

b. Khianat 
Khianat berarti tidak dapat dipercaya, yaitu menyepelekan pesan yang diembannya, tidak menjaga titipan yang diberikan kepadanya. Sifat seperti ini mustahil ada pada diri rasul, sebab tidak mungkin rasul mengkhianati kepercayaan yang diberikan kepadanya dan bersikap curang terhadap tugas suci yang diembannya.

c. Kitman 
Kitman artinya menyembunyikan. Mustahil para rasul itu menyembunyikan sesuatu yang harus diketahui oleh umatnya, apalagi kaitannya dengan wahyu yang diterimanya. Semua firman Allah Swt. yang diterimanya, pasti disampaikan kepada umatnya. Tidak ada sedikitpun wahyu Allah Swt. yang disembunyikan oleh para rasul. Para rasul menyampaikan wahyu kepada umatnya tanpa ditambah maupun dikurangi. 

d. Baladah 
Baladah artinya bodoh, yaitu tidak memiliki ilmu pengetahuan, tidak bisa memecahkan persoalan, dan menyelesaikan segala urusan tanpa perhitungan. Sifat seperti ini mustahil ada pada diri rasul. Justru sebaliknya, para rasul adalah orang yang cerdas, orang yang memiliki pengetahuan yang sangat luas, mampu mencari jalan keluar ketika ada masalah, dan mengerjakan segala urusan dengan penuh perhitungan.

Sifat Jaiz bagi Rasul

Selain memiliki sifat wajib dan mustahil, para rasul juga memiliki sifat jaiz. Sifat jaiz artinya sifat-sifat yang mungkin ada pada diri rasul, yaitu sifat-sifat kemanusiaan (Al-a’radul Basyariyyah) yang terdapat pada manusia pada umumnya. Sifat-sifat tersebut tidak mengurangi dan merendahkan dirinya sebagai utusan Allah Swt. Mereka maksum (terpelihara) dari segala perbuatan maksiat atau perbuatan yang merendahkan dirinya. Sebagai manusia biasa, mereka juga makan, minum, bekerja, berdagang, beristri, susah, gembira, riang, humor, dan sebagainya.

Nabi dan Rasul yang Menerima Suhuf
  1. Nabi Adam as 10 suhuf
  2. Nabi Idris as 30 suhuf
  3. Nabi Ibrahim as 10 suhuf
  4. Nabi Musa as 10 suhuf

Perbedaan Kitab dan Suhuf

Kitab
Firman Allah Swt. 
Diturunkan hanya kepada rasul 
Isinya lebih lengkap 
Dibukukan
Masih ada 

Suhuf
Firman Allah Swt.
Diturunkan kepada nabi dan rasul
Isinya sementara
Tidak dibukukan
Tidak jelas keberadaannya

Rasul Ulul ‘Azmi 
‘Azmi adalah kata benda dari kata ‘azam, artinya pendirian yang kuat.
Ulul ‘azmi artinya orang-orang yang memiliki ‘azam, yaitu memiliki pendirian yang kuat, tekad yang bulat, kokoh dan tidak mudah berputus asa. Adapun para rasul yang termasuk ulul ‘azmi ada lima orang, yaitu MIMIN:
  1. Muhammad Saw.
  2. Isa as.
  3. Musa as.
  4. Ibrahim as.
  5. Nuh as.

Meneladani Akhlak Nabi Muhammad Saw.
Nabi Muhammad Saw. adalah salah satu nabi dan rasul yang diutus oleh Allah Swt. Sebagai seorang rasul, beliau memiliki sifat-sifat dan kebiasaan yang sangat terpuji. Akhlak beliau yang sangat terpuji itu, membuat orangorang kagum kepada beliau, sehingga banyak di antara mereka yang mengikuti ajakan nabi karena terpikat oleh akhlaknya. Beliau menjadi teladan yang baik bagi semua manusia.

Sifat-sifatnya yang jujur, terpercaya, cerdas, dan selalu mengajarkan banyak hal kepada manusia, menjadikannya dikagumi banyak orang.  Diantara sifat nabi sebagai berikut.
  • Dipercaya
  • Rendah hati
  • Penyayang
  • Pemaaf
  • Tidak mudah patah hati
  • Sederhana