Rangkuman Materi Pancasila Sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa

Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Dalam pengertian ini, Pancasila sering disebut sebagai dasar filsafah negara (philosofische grondslag) atau ideologi negara (Staatsidee). Pancasila sebagai dasar negara merupakan dasar penyelenggaraan pemerintahan negara. Dengan kata lain Pancasila dijadikan dasar pengaturan ketatanegaraan.

Rangkuman Materi Pancasila Sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa

Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia

Dalam pengertian ini Pancasila sering juga disebut sebagai way of life, weltanschauung, wereldberschouwing, wereld en levens beschauwing (pandangan dunia, cara pandang hidup, pegangan hidup, pedoman hidup, petunjuk hidup). Pancasila dijadikan pedoman bagi segala aktivitas kehidupan dan kehidupan bangsa Indonesia dalam segala bidang.

Pancasila sebagai Jiwa Bangsa Indonesia

Von Savigny mengatakan bahwa setiap bangsa mempunyai volkgeist atau jiwa nasionalnya masing-masing.Indonesia yang merupakan jiwa bangsa Indonesia mempunyai nilai-nilai Pancasila. Pidato Ir. Soekarno tentang Pancasila pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945 dan hari lahir Pancasila.

Pancasila sebagai Kepribadian Bangsa Indonesia

Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia artinya Pancasila merupakan ciri khas yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa lain. Perbedaan tersebut bermula dari perbedaan ideologi masing-masing negara. Indonesia berlandaskan ideologi Pancasila, sedangkan bangsa Eropa pada umumnya berlandaskan ideologi kebebasan (liberalisme).

Pancasila sebagai Perjanjian Luhur Bangsa Indonesia

Pengertian Pancasila sebagai perjanjian luhur bangsa Indonesia disampaikan oleh Presiden Soeharto (presiden kedua RI) di hadapan sidang DPRGR tanggal 16 Agustus 1967. Beliau mengatakan bahwa Pancasila adalah perjanjian luhur seluruh rakyat Indonesia, kita harus melindungi selamanya. PPKI merupakan perwujudan atau wakil seluruh rakyat Indonesia yang telah mengesahkan perjanjian luhur ini.

Pancasila sebagai Cita-Cita atau Tujuan Bangsa Indonesia

Menurut Presiden Soeharto dalam sidang DPRGR tanggal 17 Agustus 1967, cita-cita luhur negara Indonesia tertanam kuat dalam pembukaan UUD 1945. Pembukaan UUD 1945 mengungkapkan semangat Deklarasi, yaitu Pancasila. Pancasila juga merupakan cita-cita dan tujuan mulia bangsa Indonesia.

Hal-Hal Penting Dalam Menelaah Pancasila Pada Pembukaan UUD Alinea IV

Dalam alinea IV Pembukaan UUD 1945 merupakan inti Pembukaan UUD 1945 Negara Republik Indonesia karena memuat seluruh aspek penyelenggaraan negara atau pemerintahan negara yang berdasarkan Pancasila. Alinea IV juga memuat prakarsa-prakarsa yang berkaitan dengan pembentukan Negara Republik Indonesia. Dengan kata lain, alinea IV merupakan pemahaman tentang apa yang harus dilakukan setelah Indonesia menyatakan atau merdeka.
Tindakan yang berkaitan dengan terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (tindakan setelah kemerdekaan Indonesia) terdapat dalam kalimat “... Kemudian daripada itu ...” Kalimat ini mengacu pada keadaan yang terjadi setelah proklamasi kemerdekaan atau berdirinya Negara Republik Indonesia, antara lain sebagai berikut.
  1. Mewujudkan tujuan negara, yaitu “... melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial ...”
  2. Untuk mewujudkan pemerintahan negara agar melakukan empat tujuan negara, disusunlah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. (berada dalam kalimat “... maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia).
  3. Undang-Undang Dasar dibentuk dalam struktur Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kedaulatan rakyatnya berdasarkan Pancasila (berada dalam kalimat “... yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Masa Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia).

Menelaah Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia

Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa (way of life, weltanschauung, wereldberschouwing, wereld en levens beschouwing) menunjukkan kedudukan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini terlihat dari berbagai sikap positif yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Pandangan hidup merupakan seperangkat nilai-nilai luhur yang menjadi titik tolak dalam menata kehidupan manusia secara pribadi maupun antar manusia dalam masyarakat dan lingkungan alam.

Pandangan hidup suatu bangsa tercermin dari sikap masyarakatnya terhadap kehidupan. Pandangan hidup masyarakat tercermin dari cara pandang dan sikap hidup setiap individu warga negara. Oleh karena itu, Nnilai-nilai Pancasila hendaknya tercermin dalam sikap dan perilaku individu warga negara Indonesia, yang menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup atau ideologi nasional bangsa. Selain itu, Pancasila sebagai pedoman hidup masyarakat juga menjadi pedoman dan pedoman dalam menyelesaikan berbagai permasalahan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, agar masyarakat Indonesia tidak mudah terombang-ambing dalam pergaulan dunia.

Contoh Sikap Positif yang sesuai Pancasila

Sila Pertama
  • Percaya dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai ajaran agamanya.
  • Memenuhi perintah agama menurut ajaran yang dianutnya.
  • Saling menghormati antarumat agama.

Sila Kedua
  • Tidak melakukan diskriminasi terhadap orang lain karena suku, agama, warna kulit, status ekonomi atau tingkat pendidikan.
  • Untuk memahami bahwa Tuhan menciptakan kita setara.
  • Menyadari bahwa kita mempunyai hak dan tanggung jawab yang sama.

Sila Ketiga
  • Cinta tanah air dan bangsa.
  • Menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa.
  • Mendahulukan kepentingan rakyat dan negara.

Sila Keempat
  • Melakukan musyawarah untuk mencapai mufakat dalam menyelesaikan masalah
  • Menghargai hasil musyawarah.
  • Ikut serta dalam pemilihan umum.

Sila Kelima
  • Saling tolong menolong orang lain sesuai kemampuan.
  • Menghargai karya orang lain.
  • Menghargai hak dan kewajiban orang lain.

Arti Penting Ideologi Pancasila Bagi Kehidupan Bangsa Indonesia

Memberikan arahan yang kuat dalam kelompok dan menggerakkannya menuju tujuan masyarakat. Dalam konteks ini nilai-nilai Pancasila dijadikan sebagai visi hidup dan cita-cita yang dicapai bangsa Indonesia. Membentuk dan mempersatukan jati diri suatu kelompok atau bangsa menjadi satu kesatuan. Mengatasi berbagai konflik dan ketegangan sosial serta menciptakan kehidupan penuh kepedulian dan rasa memiliki. Menghubungkan keberagaman kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sikap Positif terhadap Konsensus Nasional Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa

  • Kita bangsa Indonesia patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena bangsa Indonesia yang begitu besar dan beraneka ragam dipersatukan oleh Pancasila.
  • Rasa syukur kita atas pemahaman nasional terhadap Pancasila tentunya harus tercermin dalam perilaku kita sehari-hari.
  • Perilaku kita harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
  • Sistem kehidupan bernegara kita hendaknya berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Sikap Positif di Lingkungan Masyarakat

  • Percaya dan mengabdikan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan masing-masing.
  • Senantiasa mengembangkan rasa saling menghormati dan bekerja sama untuk memajukan kerukunan antar umat beragama dan penganut kepercayaan dalam masyarakat.
  • Perlakukan sesamamu sesuai dengan martabat kemanusiaannya, akui kesetaraan, hak dan tanggung jawab, perhatikan orang lain, tidak kejam, suka melakukan pekerjaan yang manusiawi dan menganggap dirimu bagian dari kemanusiaan.
  • Cinta tanah air dan bangsa, utamakan persatuan dan kesatuan, serta hargai kebudayaan nasional.
  • Aktif dalam kegiatan kemasyarakatan, sadar akan hak dan tanggung jawabnya serta musyawarah semangat kekeluargaan, akal sehat, hati nurani dan itikad baik dalam melaksanakan keputusan bersama.
  • Turut serta membangun masyarakat di bidang sosial, ekonomi, dan budaya.

Sikap Positif di Lingkungan Sekolah

  • Ikuti tata tertib di sekolah.
  • Berpartisipasi dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan sekolah, seperti mengadakan piket kelas, membuang sampah pada tempatnya, tidak merusak dan mencemari lingkungan sekolah, dan lainnya.
  • Berusaha menjadi murid yang disiplin, jujur ​​dan bertanggung jawab. Misalnya jangan pernah terlambat ke sekolah, jangan membolos sekolah, kerjakan tugas dari guru dengan baik, jangan menyontek, jujur ​​pada teman dan guru, dan lainnya.
  • Berlaku adil terhadap seluruh warga sekolah.
  • Saling membantu dalam hal-hal yang baik.

Sikap Positif dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

  • Mengamalkan pokok-pokok pembukaan UUD 1945 dalam kehidupan bernegara. Pokok-pokok pikiran tersebut adalah terwujudnya persatuan Indonesia, keadilan sosial, kedaulatan rakyat, dan ketuhanan kepada Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan prinsip kemanusiaan yang adil dan beradab. Selain itu, berupaya menjadikan negara yang berdaulat, mandiri, dan anti kolonial.
  • Melaksanakan prinsip-prinsip pembukaan UUD 1945, yaitu mempertahankan negara kesatuan Republik Indonesia, hak asasi manusia berdasarkan Pancasila, persamaan di hadapan hukum dan pemerintahan, sistem perekonomian berdasarkan usaha bersama dan kekerabatan, sistem kebudayaan nasional, dan hak dan kewajiban melindungi negara.